"nda" Dream World
Minggu, 03 Februari 2013
Life is The Matter Choice
Tak
ada yang tak mungkin dalam hidup ini. Asal kita mau berusaha dan berjuang. Dan
percaya tuhan selalu memberikan cobaan yang pasti bisa hambanya lalui.
Itulah kutipan yang selalu aku tulis di hati dan pikiran. Aku sangat percaya
hal itu. Walaupun sesekali aku tak yakin bisa melalui ini semua dengan pikiran
jernih tapi aku selalu menengok ke bawah dan melihat ada lebih banyak orang
yang lebih menderita dari pada aku. Adda lebih banyak orang yang mungkin lebih
berharap berada di posisiku sekarang ini. Satu hal yang aku bisa banggakan dari
cobaan ini adalah setiap cobaan yang telah kau lewati maka kau akan
selangkah menjadi dewasa.
# # #
Gadis itu keluar dari
rumah sakit sendirian dengan memegang beberapa surat yang terbungkus Map kuning.
Ini sudah keberapa kalinya dia keluar masuk rumah sakit tersebut, dan selama
itu pula dia selalu terlihat sendiri. Tak pernah ada satu kerabat atau sahabat
yang menemani. Orang-orang di sekitarnya pasti berfikir bahwa gadis tersebut
sedang menjenguk sanak saudaranya yang sedang sakit atau hanya chek up belaka.
Tanpa tau bahwa gadis itu tengah mengidap sakit. Selama ini penyakit itu sudah
menggerogoti bagian dari tubuhnya dan tak pernah dia pedulikan. Sampai akhirnya
beberapa saat yang lalu dia mencoba untuk mengecek seberapa parah sakitnya.
Hasil yang baginya tidak mengejutkan dan sampai sekarang masih dia tutupi
rapat-rapat dari semua orang di dekatnya. Bahwa dia mengidap kaker payudara
stadium 4. Sudah dari SMA dia menyadari ada kejanggalan dengan bagian tubuhnya
itu, dan sudah lama pula dia mngetahui sendiri bahwa penyakitnya itu semakin
lama semakin membuat sakit dan nyeri. Apa daya, dia tak ingin membuat khawatir
orang-orang di sekitarnya terutama kedua orang tua yang sudah menghabiskan
banyak biaya untuk dia sekolah. Tapi kini semenjak dia masuk perguruan tinggi,
dengan penghasilan sendiri dan tinggal di kost putrid sendiri dia memberanikan
diri untuk pergi ke rumah sakit dan memeriksakan dirinya. Walaupun dia tahu apa
yang trjadi pada dirinya tapi tetap saja semua itu terasa menjadi sangat berat.
Pernah sewaktu-waktu sang dokter mngetakan untuk segera melakukan operasi atau
kemoterapi tapi semua itu di tolak mentah-mentah olehnya. Penyebab utamanya
adalah masalah keuangan dan tak ingin ada seorang pun yang ingin di buatnya
repot. Berbagai cara dia lakukan untuk menutupi bagian dari dirinya yang
berbeda dari yang lain.
Kini dia duduk di bawah
pohon Cersen di depan gedung kampusnya. Terus menatap langit tanpa tahu apa
yang di pikirkan. Yang dia tau hanyalah rasa sakit atau nyeri tiba-tiba datang
begitu saja tanpa permisi. Pelan-pelan senyum tersungging begitu saja dari
bibirnya dan kedua matanya sudah menumpuk air yang hampir tumpah membasahi
pipinya tapi dengan sigap dia menghapusnya.
“Reeiiiii…!!” suara
seorang laki-laki terdengar sedang memanggil. Gadis itu memalingkan wajah kea
rah sumber suara.
Ya gadis itu ternyata
berama Reina. Mahasiswi tingkat pertama Jurusan Sastra Indonesia. Laki-laki
yang memanggilnya namanya itu berlari-lari kecil menghampirinya. Di lengan
kirinya tampak sebuah tas hijau yang menyelempang ke arah belakang.
“Apa yang kau lakukan
di sini Haa?? Semuanya sedang sibu mengerjakan tugas dadakan Pak Arif.. kau
malah asik duduk disini!!” ocehnya tanpa henti.
Laki-laki itu bernama
Rian. Teman satu kampus dan satu Jurusan. Laki-laki berkulit coklat dan tinggi
dengan postur tubunya yang tak kalah jauh dengan pemain basket. Bukan hanya
itu, wajahnya yang tampan juag termasuk ke dalam “Most wanted as boyfriends”
“ tugasnya udah selese,
truss udah gua kumpulin” jawab gadis yang bernama Reina itu dengan santai.
Sekitar 5 detik suasana
begitu sepi bagaikan mencoba mencerna apa yang Reina katakana. Rian hanya dia
tanpa suara sambil mengerutkan kening.
“Hyaaaaa!!! Kau sudah
selesaaaiii??? Kenapa gak bilang-bilang gua haa??? Gua kan pengen nyontek…” keluh Rian dengan
muka yang memelas.
Kini kepala Reina sudah
kembali menatap langit. Sama sekali tidak memperdulikan apa yang selanjutkan di
ucapkan Rian. Seakan akan langit tengah berbicara kepadanya dengan menggunakan
angin yang berhembus menyentuh kulit dan rambutnya. Daun-daun saling bergesekan
dan burung-burung bernyanyi begitu indahnya. Sesekali awan putih bagaikan
kampas melewati atas kepala dan membuat suasana terasa sejuk dan menggelap.
“Reeiiiiiii…!!!! Lu gak
kesurupan kan???” tanyanya bingung setengah bercanda. “Jangan berharap bintang
akan muncul di siang hari” ujarnya
tiba-tiba sambil terus menatap wajah Reina.
Senyum perlahan kembali
muncul dari bibir Reina yang manis. “ Bintang bisa saja muncul di siang hari…”
Jawabnya dengan lembut.
Rian mengerutkan kening
mendengar jawab Rei. Dia mengikuti arah mata Rei tertuju. Sadar akan seseuatu
bahwa ternyata kini matanya Reina sudah tidak memandang langit lagi. Melainkan
seorang laki-laki yang tengah berjalan ke arah mereka.
Laki-laki berkulit
putih bagaikan orang asia atau bahkan orang korea yang tengah menjalankan studi
perpindahan pelajar di Indonesia. Padahal kenyataanya dia orang sunda asli.
Memang sangat aneh tapi ini memang benar apa adanya. Tinggi badannya yang sama
dengan Rian di tambah matanya yang sipit dan senyumnya yang lucu dan ramah
membuat Rei menatapnya tanpa henti. Bagaikan tersihir oleh semua yang ada di
diri laki-laki itu.
“Heiii Reiiii.. lagi
ngapain??"
-------- TBC --------
*Sebenernya judul sama ceritanya gak nyambung =.="
Jumat, 01 Februari 2013
Manfaat ICT bagi Kita
Banyak
kita ketahui berbagai macam pelajaran yang kita pelajari seputar duania
tekhnologi itu berbagai namanya. Mulai dari TIK atau di sebut juga Tekhnologi
Informasi dan Komunikas sampai menjadi ICT atau Informasi Comunication Technology. Walaupun memiliki
kata yang berbeda tapi semuanya memiliki tujuan dan maafaat yang sama yaitu
mempelajari seputar komputer dan Internet. Berbagai maanfaat yang kita dapat
dari belajar ICT itu sangat banyak, mulai dari kita jadi mengetahui berbagai
maam program yang berada di dalam komputer sampai seberapa pesat kemajuan
Internet, dan berbagai pengetahuan yang kita dapat dari belajar komputer. Maka
tak ada kata percuma dalam mempelajari Komputer.
Minggu, 20 Januari 2013
Happy Shopping \(^.^)/
A-Yo di Order... (^.^)/
Kertas Binder dengan Gambar yang bisa kamu Request sendiri.. >.<
50 lembar : Rp 10.000
100 lembar Rp. 18.000
Lucu kannn???
A-yooo Sebelum kami tutup Produksi... ^^
Berminat bisa langsung Hubungi aku
Via twitter : @ndaretzz
Via FB : Winda Ndaa Eka
Kertas Binder dengan Gambar yang bisa kamu Request sendiri.. >.<
50 lembar : Rp 10.000
100 lembar Rp. 18.000
Lucu kannn???
A-yooo Sebelum kami tutup Produksi... ^^
Berminat bisa langsung Hubungi aku
Via twitter : @ndaretzz
Via FB : Winda Ndaa Eka
Jumat, 23 November 2012
Ailee - I Will Show You [Lyrics]
Ailee – I Will Show You
naega sajun oseul geol chigo
naega sajun hyangsul ppurigo
jigeum jjeum neon geunyeol manna tto utgo itgetji
naega sajun hyangsul ppurigo
jigeum jjeum neon geunyeol manna tto utgo itgetji
geureoke johat deon geoni nal
beorigo tteonal man keum
eolmana deo eotteoke deo jal haeya han geoni
neoreul amuri jiullaedo hamkkehan
nari eolma inde
jinan sigani eogul haeseo jakku
nunmuri heureu jiman
nari eolma inde
jinan sigani eogul haeseo jakku
nunmuri heureu jiman
boyeo julge wanjeonhi dallajin na
boyeo julge hwol ssin deo yeppeojin na
babo cheoreom sarang ttae mune tteo nan
boyeo julge hwol ssin deo yeppeojin na
babo cheoreom sarang ttae mune tteo nan
neo ttae mune ulji anheullae
deo meot jin namjal manna kkog boyeo
julge
neo boda haengbokan na
neo eobsido seulpeuji anha muneo jiji anha
boy you gotta be aware
neo boda haengbokan na
neo eobsido seulpeuji anha muneo jiji anha
boy you gotta be aware
santteut hage meoril bakkugo jeong
seong
deuryeo hwa jangdo hago
hai hire jjalbeun chima modu nal dorabwa
deuryeo hwa jangdo hago
hai hire jjalbeun chima modu nal dorabwa
uyeonhi rado neol manna myeon
nuni busige useo jumyeo
nollan ni moseub dwiro han chae
ttogag ttogag georeo garyeo hae
nuni busige useo jumyeo
nollan ni moseub dwiro han chae
ttogag ttogag georeo garyeo hae
boyeo julge wanjeonhi dallajin na
boyeo julge hwol ssin deo yeppeojin na
babo cheoreom sarang ttae mune tteo nan
neo ttae mune ulji anheullae
boyeo julge hwol ssin deo yeppeojin na
babo cheoreom sarang ttae mune tteo nan
neo ttae mune ulji anheullae
deo meot jin namjal manna kkog boyeo
julge
neo boda haengbokan na
neo eobsido seulpeuji anha muneo jiji anha
boy you gotta be aware
neo boda haengbokan na
neo eobsido seulpeuji anha muneo jiji anha
boy you gotta be aware
niga jwot deon banjil beorigo
niga sseot deon pyeonjil jiugo
miryeon eobsi huhoe eobsi ijeo jul geoya
neoreul ijeullae neoreul jiullae
niga sseot deon pyeonjil jiugo
miryeon eobsi huhoe eobsi ijeo jul geoya
neoreul ijeullae neoreul jiullae
boyeo julge wanjeonhi dallajin na
boyeo julge hwol ssin deo yeppeojin na
babo cheoreom sarang ttae mune tteo nan
neo ttae mune ulji anheullae
boyeo julge hwol ssin deo yeppeojin na
babo cheoreom sarang ttae mune tteo nan
neo ttae mune ulji anheullae
deo meot jin namjal manna kkog boyeo
julge
neo boda haengbokan na
neo eobsido seulpeuji anha muneo jiji anha
boy you gotta be aware
neo boda haengbokan na
neo eobsido seulpeuji anha muneo jiji anha
boy you gotta be aware
FF//Two Person For Me??//
Hello.. Hello.. Aq neomu
yeoppo #di timpukin readers :’(
Aku bawa FF baru yang selalu
aneh dan gak pernah seru.. #kapan serunya sih
Walau pun , masih kurang
bagus untuk menjadi author mohon bimbingannya..
Di mohon untuk memberikan
RCL.. :-D
Author : OneW’nda
Cast : Goo Mii Soo
Key (SHINee)
Onew (SHINee)
.*.*.*
Rating : 13-15 PG
Genre : Romance, #gak tau apa
lagi
*Mii Soo POV*
Ku catat semua hal yan
tertulis d papan tulis hijau itu. Sesekali pula ku perbaiki kaca mata tebalku.
Dan kembali mencatat. Suara canda dan tawaan terdegar sangat mengganggu
telingaku. Kulirik segerombolan yeoja yang sedang asik menggosip di pojok
kelas, di sudut sebaliknya segerombolan namja juga sedang asik bermain2. Aq
hanya memandang mereka dengan aneh. Kenapa mereka sekolah jika melakukan yang
tidak penting seperti itu!
Aq kembali asik mencatat
semua rumus matematika yang telah di tulis di papan tulis itu. Tanpa
memperdulikan semua siswa pemalas itu. Memang hari ini seosangnim d kelasku
hanya menyuruh semua siswanya mencatat apa yang d tulis d papan tulis. Bukannya
langsung mencatat, setelah seosangnim itu keluar anak2 itu langsung bertirakkan
dan berlarian ank kecil. Ccckk.. seperti orang bodoh pikirku
“hey yeoja cupu! Setlah itu
catatkan untuk ku.. OK!” ujar salah satu teman sekelasku.
Aq menatap yeoja yang bernama
Hee Ri itu dngan sinis. Dan kembali sibuk mencatat. Tanpa menghiraukan ocehan
dan hinaannya. Dia memang paling suka menyuruhku dan meledekku tapi aku tdk
pernah menghiraukannya. Cihh.. orang seperti dia buat apa di urusi. pikirku
Ne.. aq memang sering d
panggil yeoja cupu. Sebenarnya namaku Goo Mii Soo. Awalnya mereka mengira aku
ini anak orang kaya karna melihat marga namaku. Namun ketika melihat aq yang
begitu cupu dan selalu belajar, serta keluar masuk perpustakaan mereka smua
langsung meledekku. Tak hanya itu mereka juga sempat mengikutiku saat pulang
sekolah. Sepertinya mereka ingin mengetahui rumahku. CCckk.. pabbo kebetulan
saat itu aq sedang bekerja di sebuah cafe kecil, dan ketika melihat aq mmakai
baju pelayan. Mereka benar2 meledekku. Hahha.. memangnya aq perduli..
Hello.. Hello.. Jamsi Yaegi
Halleyo.. Bel pulang berbunyi #gak lucu banget lagunya
Aq segera memasukan semua
buku dan pergi begitu saja.
“hey yeoja cupu! Mana bukumu?
Aq mau menyalin..” teriak Hee Ri itu sambil berlari. Kini dia berdiri di
hadapan ku sambil berkaca pinggang. Aq menatapnya dan tersenyum mengejek.
“lihat papan tulis saja..”
ucapku datar sambil berlalu melewati yeoja itu
“hyaaaaa... beraninya kau!”
dengan cepat rambut yang ku kuncir kuda itu di tarik oleh yeoja itu dan
mengambil kacamata yang bertengger manis d hidungku.
“cepat catatkan untukku kalau
tidak kacamatamu akan ku hancurkan!” ancam Hee Ri
Aq kembali menatap yeoja yang
menyebalkan itu. Mau menghancurkan kacamataku? Silahkan aku bisa beli lagi
pikirku. Aku langsung membalik badan dan pergi begitu saja. Samar-samar aku
mendengar suara patahan yang aku pikir itu adalah suara kacamataku yang sudah hancur.
# # # #
Aku berdiri di sebuah gerbang
yang begitu besar. Melangkah masuk dengan malasnya aku msuk ke rumah yang tak
kalah besarnya dengan gerbang itu. Ku edarkan pandangan k seluruh ruangan yang
bernuansa putih itu. Mencari sesosok manusia yang benar2 aku rindukan tapi tak
ada. Yang ku lihat hanyalah sekumpulan barang2 antik dan mahal. Huftttt.. aq
menghela nafas pelan
“selamat datang nona” ujar sebuah suara yang sangat familiar
“ahh.. Key! Berhenti
memanggilku nona..” perintahku sebal
“mian.. nona” ujarnya pelan
sambil membungkukkan badan. Aku langsung memliriknya tajam saat mendengar kata2
nona.
“apa appa dan eomma belum
pulang?” tanyaku pelas
“belum non...” belum sempat
aq mendengar kata2 terakhirnya aq segera pergi dari hadapannya.
Appa dan eomma ku adalah
seorang pemilik dari beberapa departemen store d korea. Dan memang sewajarnya
jika appa dan eomma jarang berada di rumah. Aishhh.. tapi aku tetap sebal
dengan appa dan eommaku.
Ku rebahkan badanku d tempat
tidur. Dan memeluk salah satu boneka yang pernah di berikan oleh orang tua ku.
Ku peluk erat boneka itu menahan kesal kepada kedua orang tuaku.
Tok.. Tok.. Tok..
“Nonaa..” panggil sebuah
suara dari luar pintu kamar
“yaaakkkk... kenapa kau
memanggil ku nona lagi key!” teriakku keras
“mian nona bukankah kau hari
ini ada kerja sambilan?” ujar key
“omoooo... aku lupa!”
teriakku histeris.
aku segera loncat dari tempat
tidurku. Dan mengganti baju secepat kilat. Aku hanya mengenakan hoodie putih
dan celana jins, di sertai dengan sebuah tas yang berisikan dompet dan payung. Aku berlarian keluar kamar tanpa menghiraukan
key yang tengah berdiri di depan pintu kamarku.
“nona , bawalah bekal ini!”
terikak key dari kejauhan.
Aku yang tengah mengikat tali
sepatuku. Segera menoleh kebalakang. Melihat Key yang tengah terengah2 mengejarku.
Bahkan Jas yang ia kenakan sudah hampir berantakan. Di tangan kanannya terlihat
sebuah bekal yang sepertinya sudah dia buatkan untukku. Seulas senyum terukir
di bibirku.
Key, seorang bodyguard
sekaligus pelayan, sekaligus pengasuhku. Bagiku dia segalanya. Dialah yang
menemaniku di saat kedua orang tuaku tidak pernah berada di sisiku. Umurku
dengannya memang tidak terlalu jauh, key 2 tahun lebih tua dari ku. Kekkekeke
#itu mah jauh ==”
“hahhahahhah.. Key kau sangat
aneh!” aku tertawa lepas melihat Key yang kini berdiri di hadapanku dengan
terengah2
“aish.. nona.. tak bisa kau lebih pelan sedikit..”
ujarnya sambil mengatur nafas
“kekkee.. ah.. sudahlah aku
hampir telat, sini bekalku! Gomawo Key Oppa..” teriakku sambil berlari pergi meninggalkan Key yang masih menatap
kepergianku.
*AUTHOR POV*
Mii Soo berlarian menuju
sebuah cafe kecil
di persimpangan jalan. Cafe kecil bernuansa minimalis itu menjadi tempat yang
paling menyenangkan bagi dirinya. Karna hanya di Cafe dan bersama Key lah dia
bisa menjadi dirinya sendiri. Ya di cafe
itu dia bukan sebagai yeoja cupu lagi melain Mii Soo yang sebenarnya. Tapi
bukan berarti semua teman kerjanya tahu bahwa dia anak seorang pengusaha kaya.
Dia masih tetap merahasiakan itu dari semuanya. Lagi pula tak seorang pun orang
rumah tahu bahwa dia melakukan kerja sambilan, ya kecuali Key. Kalau sampai
appa dan eommanya tahu. Bisa2 dia di suruh berhenti bekerja, dan sekolah. Lalu
belajar secara home schooling.
Mii Soo melangkah masuk ke
dalam cafe itu. Dan membuka pintu kecil milik cafe berdinding putih bersih itu.
Seperti biasa Cafe ini selalu di penuhi oleh pelanggan setia yang selalu hadir
stiap saat. Hampir semua bangku sudah terpenuhi, terlihat pula teman2 satu
profesinya hilir mudik mengantarkan mainuman atau makanan.
“Mii Soo..!! apa yang kau
lakukan di situ? Cepat bantu kami..” teriak seorang namja bermata sipit dengan
pipi chubynya.
“ne.. Onew `ahh.. tunggu sebentar!” ujarnya sambil tersenyum senang
Di Sebuah ruangan kecil ,
tempat loker-loker berjejer rapi Mii soo mengganti bajunya dengan baju seorang pelayan
seperti temannya yang lain.
.
“Gamsahamnida sudah datang,
Jangan lupa untuk datang kembali” ujarnya sambil membungkukkan badan 90 derajat
kpda tamu yang baru saja pergi meninggalkan cafe itu
“Mii Soo~ah apa kau sudah
makan siang? Kajja kita makan bersama!” ujar namja sipit itu
“ahh.. ne! Aq luppa belum
memakan bekalku..”
“hahha kau selalu di bawakan bekal
oleh oppa mu, kau pasti dongsaeng yang menyusahkan” ledek Onew
“mwo? Aku tdk pernah meminta
di buatkan bekal olehnya, lagi pula oppaaa...”
“aishhh.. sudahlah kajja kita
makan, aku sudah lapar.. hari ini aku mau makan ayam goreng..” teriak Onew. Mii
Soo yg mendengar teriakannya menatap Onew dengan aneh. Selalu seperti ini,
pikirnya
.
Angin sepoy-sepoy membelai
lembut wajah Mii Soo. Di sampingnya tergeletak bekal makan siangnya yang sudah
habis dia lahap. Di sebalhnya pula namja chuby itu tampak terlihat gelisah.
Entah apa yang dia pikirkan.
“Mm.. Mii Soo aku ingin
mngatakan ssuatu padamu..” ujar Onew Gugup
“Hmm..?”
“Mm... Saa.. Sara..”
TBC
Selese..
Terlalu terbelit2 bukan.. hadoohh saya juga
bingung..
Makanya author minta komennya
yakk.. OK
Langganan:
Postingan (Atom)


