Hello.. Hello.. Aq neomu
yeoppo #di timpukin readers :’(
Aku bawa FF baru yang selalu
aneh dan gak pernah seru.. #kapan serunya sih
Walau pun , masih kurang
bagus untuk menjadi author mohon bimbingannya..
Di mohon untuk memberikan
RCL.. :-D
Author : OneW’nda
Cast : Goo Mii Soo
Key (SHINee)
Onew (SHINee)
.*.*.*
Rating : 13-15 PG
Genre : Romance, #gak tau apa
lagi
*Mii Soo POV*
Ku catat semua hal yan
tertulis d papan tulis hijau itu. Sesekali pula ku perbaiki kaca mata tebalku.
Dan kembali mencatat. Suara canda dan tawaan terdegar sangat mengganggu
telingaku. Kulirik segerombolan yeoja yang sedang asik menggosip di pojok
kelas, di sudut sebaliknya segerombolan namja juga sedang asik bermain2. Aq
hanya memandang mereka dengan aneh. Kenapa mereka sekolah jika melakukan yang
tidak penting seperti itu!
Aq kembali asik mencatat
semua rumus matematika yang telah di tulis di papan tulis itu. Tanpa
memperdulikan semua siswa pemalas itu. Memang hari ini seosangnim d kelasku
hanya menyuruh semua siswanya mencatat apa yang d tulis d papan tulis. Bukannya
langsung mencatat, setelah seosangnim itu keluar anak2 itu langsung bertirakkan
dan berlarian ank kecil. Ccckk.. seperti orang bodoh pikirku
“hey yeoja cupu! Setlah itu
catatkan untuk ku.. OK!” ujar salah satu teman sekelasku.
Aq menatap yeoja yang bernama
Hee Ri itu dngan sinis. Dan kembali sibuk mencatat. Tanpa menghiraukan ocehan
dan hinaannya. Dia memang paling suka menyuruhku dan meledekku tapi aku tdk
pernah menghiraukannya. Cihh.. orang seperti dia buat apa di urusi. pikirku
Ne.. aq memang sering d
panggil yeoja cupu. Sebenarnya namaku Goo Mii Soo. Awalnya mereka mengira aku
ini anak orang kaya karna melihat marga namaku. Namun ketika melihat aq yang
begitu cupu dan selalu belajar, serta keluar masuk perpustakaan mereka smua
langsung meledekku. Tak hanya itu mereka juga sempat mengikutiku saat pulang
sekolah. Sepertinya mereka ingin mengetahui rumahku. CCckk.. pabbo kebetulan
saat itu aq sedang bekerja di sebuah cafe kecil, dan ketika melihat aq mmakai
baju pelayan. Mereka benar2 meledekku. Hahha.. memangnya aq perduli..
Hello.. Hello.. Jamsi Yaegi
Halleyo.. Bel pulang berbunyi #gak lucu banget lagunya
Aq segera memasukan semua
buku dan pergi begitu saja.
“hey yeoja cupu! Mana bukumu?
Aq mau menyalin..” teriak Hee Ri itu sambil berlari. Kini dia berdiri di
hadapan ku sambil berkaca pinggang. Aq menatapnya dan tersenyum mengejek.
“lihat papan tulis saja..”
ucapku datar sambil berlalu melewati yeoja itu
“hyaaaaa... beraninya kau!”
dengan cepat rambut yang ku kuncir kuda itu di tarik oleh yeoja itu dan
mengambil kacamata yang bertengger manis d hidungku.
“cepat catatkan untukku kalau
tidak kacamatamu akan ku hancurkan!” ancam Hee Ri
Aq kembali menatap yeoja yang
menyebalkan itu. Mau menghancurkan kacamataku? Silahkan aku bisa beli lagi
pikirku. Aku langsung membalik badan dan pergi begitu saja. Samar-samar aku
mendengar suara patahan yang aku pikir itu adalah suara kacamataku yang sudah hancur.
# # # #
Aku berdiri di sebuah gerbang
yang begitu besar. Melangkah masuk dengan malasnya aku msuk ke rumah yang tak
kalah besarnya dengan gerbang itu. Ku edarkan pandangan k seluruh ruangan yang
bernuansa putih itu. Mencari sesosok manusia yang benar2 aku rindukan tapi tak
ada. Yang ku lihat hanyalah sekumpulan barang2 antik dan mahal. Huftttt.. aq
menghela nafas pelan
“selamat datang nona” ujar sebuah suara yang sangat familiar
“ahh.. Key! Berhenti
memanggilku nona..” perintahku sebal
“mian.. nona” ujarnya pelan
sambil membungkukkan badan. Aku langsung memliriknya tajam saat mendengar kata2
nona.
“apa appa dan eomma belum
pulang?” tanyaku pelas
“belum non...” belum sempat
aq mendengar kata2 terakhirnya aq segera pergi dari hadapannya.
Appa dan eomma ku adalah
seorang pemilik dari beberapa departemen store d korea. Dan memang sewajarnya
jika appa dan eomma jarang berada di rumah. Aishhh.. tapi aku tetap sebal
dengan appa dan eommaku.
Ku rebahkan badanku d tempat
tidur. Dan memeluk salah satu boneka yang pernah di berikan oleh orang tua ku.
Ku peluk erat boneka itu menahan kesal kepada kedua orang tuaku.
Tok.. Tok.. Tok..
“Nonaa..” panggil sebuah
suara dari luar pintu kamar
“yaaakkkk... kenapa kau
memanggil ku nona lagi key!” teriakku keras
“mian nona bukankah kau hari
ini ada kerja sambilan?” ujar key
“omoooo... aku lupa!”
teriakku histeris.
aku segera loncat dari tempat
tidurku. Dan mengganti baju secepat kilat. Aku hanya mengenakan hoodie putih
dan celana jins, di sertai dengan sebuah tas yang berisikan dompet dan payung. Aku berlarian keluar kamar tanpa menghiraukan
key yang tengah berdiri di depan pintu kamarku.
“nona , bawalah bekal ini!”
terikak key dari kejauhan.
Aku yang tengah mengikat tali
sepatuku. Segera menoleh kebalakang. Melihat Key yang tengah terengah2 mengejarku.
Bahkan Jas yang ia kenakan sudah hampir berantakan. Di tangan kanannya terlihat
sebuah bekal yang sepertinya sudah dia buatkan untukku. Seulas senyum terukir
di bibirku.
Key, seorang bodyguard
sekaligus pelayan, sekaligus pengasuhku. Bagiku dia segalanya. Dialah yang
menemaniku di saat kedua orang tuaku tidak pernah berada di sisiku. Umurku
dengannya memang tidak terlalu jauh, key 2 tahun lebih tua dari ku. Kekkekeke
#itu mah jauh ==”
“hahhahahhah.. Key kau sangat
aneh!” aku tertawa lepas melihat Key yang kini berdiri di hadapanku dengan
terengah2
“aish.. nona.. tak bisa kau lebih pelan sedikit..”
ujarnya sambil mengatur nafas
“kekkee.. ah.. sudahlah aku
hampir telat, sini bekalku! Gomawo Key Oppa..” teriakku sambil berlari pergi meninggalkan Key yang masih menatap
kepergianku.
*AUTHOR POV*
Mii Soo berlarian menuju
sebuah cafe kecil
di persimpangan jalan. Cafe kecil bernuansa minimalis itu menjadi tempat yang
paling menyenangkan bagi dirinya. Karna hanya di Cafe dan bersama Key lah dia
bisa menjadi dirinya sendiri. Ya di cafe
itu dia bukan sebagai yeoja cupu lagi melain Mii Soo yang sebenarnya. Tapi
bukan berarti semua teman kerjanya tahu bahwa dia anak seorang pengusaha kaya.
Dia masih tetap merahasiakan itu dari semuanya. Lagi pula tak seorang pun orang
rumah tahu bahwa dia melakukan kerja sambilan, ya kecuali Key. Kalau sampai
appa dan eommanya tahu. Bisa2 dia di suruh berhenti bekerja, dan sekolah. Lalu
belajar secara home schooling.
Mii Soo melangkah masuk ke
dalam cafe itu. Dan membuka pintu kecil milik cafe berdinding putih bersih itu.
Seperti biasa Cafe ini selalu di penuhi oleh pelanggan setia yang selalu hadir
stiap saat. Hampir semua bangku sudah terpenuhi, terlihat pula teman2 satu
profesinya hilir mudik mengantarkan mainuman atau makanan.
“Mii Soo..!! apa yang kau
lakukan di situ? Cepat bantu kami..” teriak seorang namja bermata sipit dengan
pipi chubynya.
“ne.. Onew `ahh.. tunggu sebentar!” ujarnya sambil tersenyum senang
Di Sebuah ruangan kecil ,
tempat loker-loker berjejer rapi Mii soo mengganti bajunya dengan baju seorang pelayan
seperti temannya yang lain.
.
“Gamsahamnida sudah datang,
Jangan lupa untuk datang kembali” ujarnya sambil membungkukkan badan 90 derajat
kpda tamu yang baru saja pergi meninggalkan cafe itu
“Mii Soo~ah apa kau sudah
makan siang? Kajja kita makan bersama!” ujar namja sipit itu
“ahh.. ne! Aq luppa belum
memakan bekalku..”
“hahha kau selalu di bawakan bekal
oleh oppa mu, kau pasti dongsaeng yang menyusahkan” ledek Onew
“mwo? Aku tdk pernah meminta
di buatkan bekal olehnya, lagi pula oppaaa...”
“aishhh.. sudahlah kajja kita
makan, aku sudah lapar.. hari ini aku mau makan ayam goreng..” teriak Onew. Mii
Soo yg mendengar teriakannya menatap Onew dengan aneh. Selalu seperti ini,
pikirnya
.
Angin sepoy-sepoy membelai
lembut wajah Mii Soo. Di sampingnya tergeletak bekal makan siangnya yang sudah
habis dia lahap. Di sebalhnya pula namja chuby itu tampak terlihat gelisah.
Entah apa yang dia pikirkan.
“Mm.. Mii Soo aku ingin
mngatakan ssuatu padamu..” ujar Onew Gugup
“Hmm..?”
“Mm... Saa.. Sara..”
TBC
Selese..
Terlalu terbelit2 bukan.. hadoohh saya juga
bingung..
Makanya author minta komennya
yakk.. OK