Jumat, 23 November 2012

FF//Two Person For Me??//






Hello.. Hello.. Aq neomu yeoppo #di timpukin readers :’(
Aku bawa FF baru yang selalu aneh dan gak pernah seru.. #kapan serunya sih
Walau pun , masih kurang bagus untuk menjadi author mohon bimbingannya..

Di mohon untuk memberikan RCL.. :-D

Author : OneW’nda

Cast : Goo Mii Soo
Key (SHINee)
Onew (SHINee)
.*.*.*

Rating : 13-15 PG

Genre : Romance, #gak tau apa lagi

*Mii  Soo POV*

Ku catat semua hal yan tertulis d papan tulis hijau itu. Sesekali pula ku perbaiki kaca mata tebalku. Dan kembali mencatat. Suara canda dan tawaan terdegar sangat mengganggu telingaku. Kulirik segerombolan yeoja yang sedang asik menggosip di pojok kelas, di sudut sebaliknya segerombolan namja juga sedang asik bermain2. Aq hanya memandang mereka dengan aneh. Kenapa mereka sekolah jika melakukan yang tidak penting seperti itu!
Aq kembali asik mencatat semua rumus matematika yang telah di tulis di papan tulis itu. Tanpa memperdulikan semua siswa pemalas itu. Memang hari ini seosangnim d kelasku hanya menyuruh semua siswanya mencatat apa yang d tulis d papan tulis. Bukannya langsung mencatat, setelah seosangnim itu keluar anak2 itu langsung bertirakkan dan berlarian ank kecil. Ccckk.. seperti orang bodoh pikirku

“hey yeoja cupu! Setlah itu catatkan untuk ku.. OK!” ujar salah satu teman sekelasku.

Aq menatap yeoja yang bernama Hee Ri itu dngan sinis. Dan kembali sibuk mencatat. Tanpa menghiraukan ocehan dan hinaannya. Dia memang paling suka menyuruhku dan meledekku tapi aku tdk pernah menghiraukannya. Cihh.. orang seperti dia buat apa di urusi. pikirku
Ne.. aq memang sering d panggil yeoja cupu. Sebenarnya namaku Goo Mii Soo. Awalnya mereka mengira aku ini anak orang kaya karna melihat marga namaku. Namun ketika melihat aq yang begitu cupu dan selalu belajar, serta keluar masuk perpustakaan mereka smua langsung meledekku. Tak hanya itu mereka juga sempat mengikutiku saat pulang sekolah. Sepertinya mereka ingin mengetahui rumahku. CCckk.. pabbo kebetulan saat itu aq sedang bekerja di sebuah cafe kecil, dan ketika melihat aq mmakai baju pelayan. Mereka benar2 meledekku. Hahha.. memangnya aq perduli..
Hello.. Hello.. Jamsi Yaegi Halleyo.. Bel pulang berbunyi #gak lucu banget lagunya
Aq segera memasukan semua buku dan pergi begitu saja.

“hey yeoja cupu! Mana bukumu? Aq mau menyalin..” teriak Hee Ri itu sambil berlari. Kini dia berdiri di hadapan ku sambil berkaca pinggang. Aq menatapnya dan tersenyum mengejek.
“lihat papan tulis saja..” ucapku datar sambil berlalu melewati yeoja itu
“hyaaaaa... beraninya kau!” dengan cepat rambut yang ku kuncir kuda itu di tarik oleh yeoja itu dan mengambil kacamata yang bertengger manis d hidungku.
“cepat catatkan untukku kalau tidak kacamatamu akan ku hancurkan!” ancam Hee Ri

Aq kembali menatap yeoja yang menyebalkan itu. Mau menghancurkan kacamataku? Silahkan aku bisa beli lagi pikirku. Aku langsung membalik badan dan pergi begitu saja. Samar-samar aku mendengar suara patahan yang aku pikir itu adalah suara kacamataku yang sudah hancur.

#           #         #          #

Aku berdiri di sebuah gerbang yang begitu besar. Melangkah masuk dengan malasnya aku msuk ke rumah yang tak kalah besarnya dengan gerbang itu. Ku edarkan pandangan k seluruh ruangan yang bernuansa putih itu. Mencari sesosok manusia yang benar2 aku rindukan tapi tak ada. Yang ku lihat hanyalah sekumpulan barang2 antik dan mahal. Huftttt.. aq menghela nafas pelan

“selamat datang  nona” ujar sebuah suara yang sangat familiar
“ahh.. Key! Berhenti memanggilku nona..” perintahku sebal
“mian.. nona” ujarnya pelan sambil membungkukkan badan. Aku langsung memliriknya tajam saat mendengar kata2 nona.
“apa appa dan eomma belum pulang?” tanyaku pelas
“belum non...” belum sempat aq mendengar kata2 terakhirnya aq segera pergi dari hadapannya.

Appa dan eomma ku adalah seorang pemilik dari beberapa departemen store d korea. Dan memang sewajarnya jika appa dan eomma jarang berada di rumah. Aishhh.. tapi aku tetap sebal dengan appa dan eommaku.
Ku rebahkan badanku d tempat tidur. Dan memeluk salah satu boneka yang pernah di berikan oleh orang tua ku. Ku peluk erat boneka itu menahan kesal kepada kedua orang tuaku.
Tok.. Tok.. Tok..

“Nonaa..” panggil sebuah suara dari luar pintu kamar
“yaaakkkk... kenapa kau memanggil ku nona lagi key!” teriakku keras
“mian nona bukankah kau hari ini ada kerja sambilan?” ujar key
“omoooo... aku lupa!” teriakku histeris.

aku segera loncat dari tempat tidurku. Dan mengganti baju secepat kilat. Aku hanya mengenakan hoodie putih dan celana jins, di sertai dengan sebuah tas yang berisikan dompet dan payung.  Aku berlarian keluar kamar tanpa menghiraukan key yang tengah berdiri di depan pintu kamarku.

“nona , bawalah bekal ini!” terikak key dari kejauhan.

Aku yang tengah mengikat tali sepatuku. Segera menoleh kebalakang. Melihat Key yang tengah terengah2 mengejarku. Bahkan Jas yang ia kenakan sudah hampir berantakan. Di tangan kanannya terlihat sebuah bekal yang sepertinya sudah dia buatkan untukku. Seulas senyum terukir di bibirku.
Key, seorang bodyguard sekaligus pelayan, sekaligus pengasuhku. Bagiku dia segalanya. Dialah yang menemaniku di saat kedua orang tuaku tidak pernah berada di sisiku. Umurku dengannya memang tidak terlalu jauh, key 2 tahun lebih tua dari ku. Kekkekeke #itu mah jauh ==”

“hahhahahhah.. Key kau sangat aneh!” aku tertawa lepas melihat Key yang kini berdiri di hadapanku dengan terengah2
“aish..  nona.. tak bisa kau lebih pelan sedikit..” ujarnya sambil mengatur nafas
“kekkee.. ah.. sudahlah aku hampir telat, sini bekalku! Gomawo Key Oppa..” teriakku sambil berlari pergi  meninggalkan Key yang masih menatap kepergianku.

*AUTHOR POV*

Mii Soo berlarian menuju sebuah cafe kecil di persimpangan jalan. Cafe kecil bernuansa minimalis itu menjadi tempat yang paling menyenangkan bagi dirinya. Karna hanya di Cafe dan bersama Key lah dia bisa menjadi dirinya sendiri.  Ya di cafe itu dia bukan sebagai yeoja cupu lagi melain Mii Soo yang sebenarnya. Tapi bukan berarti semua teman kerjanya tahu bahwa dia anak seorang pengusaha kaya. Dia masih tetap merahasiakan itu dari semuanya. Lagi pula tak seorang pun orang rumah tahu bahwa dia melakukan kerja sambilan, ya kecuali Key. Kalau sampai appa dan eommanya tahu. Bisa2 dia di suruh berhenti bekerja, dan sekolah. Lalu belajar secara home schooling.
Mii Soo melangkah masuk ke dalam cafe itu. Dan membuka pintu kecil milik cafe berdinding putih bersih itu. Seperti biasa Cafe ini selalu di penuhi oleh pelanggan setia yang selalu hadir stiap saat. Hampir semua bangku sudah terpenuhi, terlihat pula teman2 satu profesinya hilir mudik mengantarkan mainuman atau makanan.

“Mii Soo..!! apa yang kau lakukan di situ? Cepat bantu kami..” teriak seorang namja bermata sipit dengan pipi chubynya.
“ne..  Onew `ahh.. tunggu sebentar!”  ujarnya sambil tersenyum senang
Di Sebuah ruangan kecil , tempat loker-loker berjejer rapi Mii soo mengganti bajunya dengan baju seorang pelayan seperti temannya yang lain.
.
“Gamsahamnida sudah datang, Jangan lupa untuk datang kembali” ujarnya sambil membungkukkan badan 90 derajat kpda tamu yang baru saja pergi meninggalkan cafe itu
“Mii Soo~ah apa kau sudah makan siang? Kajja kita makan bersama!” ujar namja sipit itu
“ahh.. ne! Aq luppa belum memakan bekalku..”
“hahha kau selalu di bawakan bekal oleh oppa mu, kau pasti dongsaeng yang menyusahkan” ledek Onew
“mwo? Aku tdk pernah meminta di buatkan bekal olehnya, lagi pula oppaaa...”
“aishhh.. sudahlah kajja kita makan, aku sudah lapar.. hari ini aku mau makan ayam goreng..” teriak Onew. Mii Soo yg mendengar teriakannya menatap Onew dengan aneh. Selalu seperti ini, pikirnya
.
Angin sepoy-sepoy membelai lembut wajah Mii Soo. Di sampingnya tergeletak bekal makan siangnya yang sudah habis dia lahap. Di sebalhnya pula namja chuby itu tampak terlihat gelisah. Entah apa yang dia pikirkan.
“Mm.. Mii Soo aku ingin mngatakan ssuatu padamu..” ujar Onew Gugup
“Hmm..?”
“Mm... Saa.. Sara..”

TBC
Selese..
Terlalu terbelit2 bukan.. hadoohh saya juga bingung..
Makanya author minta komennya yakk.. OK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar